Lihat semua artikel

Cara Negosiasi Gaji dengan Atasan, Untuk Kamu yang Sudah Lama Bekerja

oleh Gerry

Sudah bekerja sekian lama, tapi kamu merasa gaji yang kamu peroleh kurang sepadan, atau masih jauh dari harapan? Banyak karyawan juga mengalami masalah yang sama. Tapi  faktanya, mereka canggung untuk bernegosiasi dengan bos mereka. 

Meminta kenaikan gaji terkadang kedengarannya seperti suatu hal yang sulit, atau bahkan tidak mungkin dilakukan. Berbagai alasan pun muncul,  seperti takut tidak diterima, merasa ragu mengenai kinerja sendiri, atau bahkan tidak berani untuk sekedar berbicara mengenai hal tersebut. 

 

Meminta kenaikan gaji adalah hal yang wajar 

Menurut Dewan Pelatih Forbes (Forbes Coaches Council) sebagaimana dikutip Forbes, ketika seorang karyawan merasa mereka membutuhkan atau menginginkan lebih dari apa yang mereka terima di tempat kerja, mereka harus mengatasi masalah tersebut dengan pihak manajemen dan bernegosiasi untuk hasil yang menguntungkan. 
Kamu perlu menyadari bahwa meminta kenaikan gaji merupakan hal yang wajar dan pantas, mengingat pengabdian yang kamu berikan kepada perusahaan. Apalagi, kalau kamu memang sudah melakukan sederet prestasi yang berkontribusi pada kemajuan perusahaan.

 

Cara negosiasi dengan atasan

Cara negosiasi gaji dengan atasan memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terutama untuk kamu yang sudah lama bekerja. Jika salah langkah dalam menyampaikan maksud kamu,  kemungkinan itu akan menimbulkan situasi yang tidak mengenakan dengan atasan, atau bahkan perusahaan. 
Agar kamu merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam negosiasi, berikut ini cara tepat dalam bernegosiasi dengan atasan untuk kamu yang sudah lama bekerja.


1. Didasari oleh niat baik dan rasa saling percaya 

Melansir Forbes, negosiasi yang berhasil adalah yang didasari oleh niat baik dan rasa saling percaya. Untuk itu, kamu perlu mempertimbangkan hal-hal apa saja yang dihargai atasan di tempat kerja, sebagai ukuran kesuksesan kamu. 

Kemudian siapkanlah bukti  yang menunjukkan kamu berkontribusi terhadap itu, melalui keterampilan, pengalaman, etos kerja, dan sebagainya. Dengan merefleksikan pencapaian dan kompetensi, kamu akan memancarkan lebih banyak kepercayaan diri dan kepercayaan. 

2. Kenali karakter atasan

Sebelum bernegosiasi, penting untuk mengetahui siapa atasan yang akan kamu ajak bicara untuk meminta kenaikan gaji. Kenali karakter atasan atau manajer HRD, agar kamu bisa menyesuaikan diri saat menyampaikan permintaan kenaikan gaji. 

Dengan mengenal karakter atasanmu, kamu juga tahu kapan menentukan waktu yang tepat untuk melakukan negosiasi. 

Biasanya perusahaan memiliki jadwal berkala untuk memberikan evaluasi kinerja karyawan. Kesempatan itu juga bisa digunakan sebagai cara negosiasi dengan atasan untuk kamu yang sudah lama bekerja.

3. Kirim email untuk meminta waktu, untuk negosiasi kenaikan gaji

Jika masalah kenaikan gaji sudah sangat mendesak untuk dibicarakan, kamu bisa layangkan sebuah email kepada atasan kamu atau pihak HRD, untuk meminta waktu membahas soal negosiasi ini. 

Contoh email tersebut, misalnya, seperti yang dicontohkan dari Glints adalah :  

“Terima kasih karena telah memberikan kepercayaan kepada saya selama 2 tahun ini untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar pada proyek X dan Y. Saya telah memberikan peningkatan yang signifikan dan melebihi target yang telah dibuat oleh perusahaan. Berdasarkan hal itu, saya ingin membicarakan mengenai penyesuaian gaji saya atas kontribusi yang telah saya berikan pada perusahaan. Jika berkenan, bisakah kita menjadwalkan untuk membicarakan mengenai penyesuaian gaji?”

 

4. Gunakan bahasa afirmatif dengan diri sendiri

Karyawan  biasanya merasa canggung ketika bernegosiasi dengan atasan untuk masalah apa pun, karena mereka tidak merasa pantas mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Oleh karena itu, kamu bisa gunakan tips afirmasi ini. Cobalah tegaskan pada diri sendiri dengan mengatakan, "Saya pantas mendapatkan ini (apa pun ini), dan saya layak untuk itu".  Cara ini bermanfaat untuk mempersiapkan mental untuk negosiasi. 

 

5. Pertimbangkan gender, pakai kata 'Kami' daripada 'Saya'

Negosiasi gaji untuk perempuan sangat berbeda karena sosialisasi dan norma sosial, sehingga penting bagi karyawan untuk mempertimbangkan gender dalam strategi negosiasi mereka. 

Untuk pekerja perempuan, salah satu strategi yang terbukti berhasil adalah memikirkan “kita”  atau “kami” daripada “saya” pada setiap peluang untuk bernegosiasi. Umumnya, kaum perempuan bernegosiasi untuk kepentingan keluarga mereka. Jadi,  dengan mengingat hal itu maka dapat membantu keberhasilan negosiasi dengan atasan. 

 

6. Tunjukan sikap tenang ketika negosiasi

Sikap tenang dan jelas dalam negosiasi dengan atasan adalah penting dilakukan, terlebih untuk kamu yang sudah lama bekerja.  Kestabilan emosi dapat membantu penalaran yang jernih. 
Apapun hasilnya, kamu harus menyikapinya dengan bijaksana. Hindari perasaan rendah diri atau lebih parahnya marah atau menunjukkan emosi negatif ketika berbicara.

Pastikan untuk tenang, dan yang terpenting adalah tidak mengancam untuk meninggalkan perusahaan jika permintaan kamu tidak disetujui. 

Oleh karena itu, sebelum mendekati atasan untuk meminta kenaikan gaji, renungkan tiga pertanyaan dasar ini: 

  • Apa skenario terburuknya? 

  • Apa skenario terbaik? 

  • Apa skenario yang paling mungkin?

 
Demikianlah cara negosiasi dengan atasan, untuk kamu yang sudah lama bekerja. Jika kamu masih ragu untuk bicara, tanyakan pada dirimu sendiri seandainya permintaan kenaikan gaji ini tidak  kamu sampaikan kepada atasan, kira-kira apa konsekuensinya bagi keuanganmu ?

 


Referensi : 

Glints), 8 Tips Sukses Meminta Kenaikan Gaji!

Forbes.com (2022), 15 Ways To Feel More Comfortable Negotiating With Your Boss.

Artikel Lainnya